Bahasa Indonesia
English
You are here
Bijak Curhat pada AI, Tim Dosen Ilmu Komunikasi UNY Dampingi Siswa SMP Labschool UNY
Primary tabs
YOGYAKARTA, 26 Juni 2026 — Di tengah meningkatnya kebiasaan remaja menumpahkan isi hati kepada mesin, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Siswa Labschool UNY dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Teman Curhat yang Bijak” di SMP Labschool UNY, Jalan Lowanu, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terbagi ke dalam dua kelompok, yakni 20 guru dan 30 siswa dari kelas VIII dan IX. Tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen dari target yang direncanakan, menunjukkan tingginya antusiasme sekolah terhadap isu literasi kecerdasan buatan. Acara dibuka bersama pimpinan sekolah dan dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNY dan SMP Labschool UNY sebagai dasar kerja sama berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdi, Chatia Hastasari, S.Sos., M.I.Kom., Ph.D., menjelaskan bahwa pemahaman siswa terhadap AI selama ini masih berhenti pada aspek teknis dan fungsional, sementara dimensi emosional dan etika digitalnya belum tergarap.
“Siswa SMP berada pada fase remaja awal dengan emosi yang fluktuatif dan kebutuhan besar akan ruang aman untuk berekspresi. AI yang selalu tersedia dan tidak menghakimi terasa nyaman sebagai tempat curhat. Yang ingin kami tanamkan adalah kesadaran bahwa AI hanyalah alat bantu untuk refleksi sementara, bukan pengganti teman, guru, maupun keluarga,” ujar Chatia.
Materi inti disampaikan dalam beberapa sub bahasan. Tim pengabdi membuka dengan kasus nyata penggunaan AI sebagai teman curhat yang berujung merugikan penggunanya, dilanjutkan dengan paparan mengenai masifnya praktik curhat digital di kalangan remaja. Siswa kemudian diajak berdiskusi untuk memetakan sejauh mana mereka telah mengonsumsi AI dalam keseharian, sekaligus dibekali langkah antisipatif ketika penggunaan mulai mengarah pada ketergantungan. Pada sesi penutup, peserta diberi pertanyaan reflektif untuk mengukur pemahaman mereka atas materi yang telah diterima.
Berlangsung selama 30 hingga 40 menit, penyampaian materi dirancang dengan pendekatan komunikasi dua arah yang disesuaikan dengan karakteristik remaja. Siswa diposisikan sebagai peserta aktif yang berpikir kritis, bukan sekadar pendengar. Pada akhir sesi, seluruh peserta diberi ruang untuk bertanya jawab langsung dengan fasilitator serta menyampaikan opini mereka atas isu yang dibahas. Selain Chatia Hastasari, tim pengabdi beranggotakan Dr. Siti Machmiyah, S.I.Kom., M.A., Nuha Fidaraini, S.Sos., M.A., dan Yanuar Galih Wiryawan, S.Sos., M.Si., dengan dukungan lima mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mendampingi jalannya diskusi kelompok dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG-3 (Good Health and Well-being), SDG-4 (Quality Education), SDG-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG-16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdi menyerahkan materi sosialisasi dan modul ringkas literasi AI kepada pihak sekolah agar dapat digunakan kembali sebagai bahan edukasi lanjutan. Ke depan, tim juga tengah memfinalisasi pendaftaran Hak Cipta poster program serta menyiapkan naskah artikel ilmiah pengabdian untuk dipublikasikan pada jurnal pengabdian masyarakat. (TIM)
Kontak Kami
Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Tel : 0274-548202; ext. 450
Fax : 0274-548201
Email : ilkom@uny.ac.id
Website : https://ilkom.fisip.uny.ac.id
Copyright © 2026,
