Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNY Gagas Riset Kesantunan Digital Pelajar, Raih Pendanaan PKM 2026

Yogyakarta – Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gisela Citra Riandita Pamungkas, berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Sosial Humaniora (RSH) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Gisela dan tim mengusung judul riset “Driji Minangka Aji: Eksplorasi Digital Politeness dalam Perspektif Social-Emotional Learning dan Nilai Ajining Diri Gumantung Soko Lathi.” Melalui penelitian tersebut, tim berupaya mengkaji praktik kesantunan berbahasa di media sosial pada kalangan pelajar sekolah menengah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program Kreativitas Mahasiswa merupakan agenda tahunan Belmawa yang bertujuan mendorong mahasiswa menghasilkan karya inovatif dan berdampak bagi masyarakat. Pada tahun 2026, sebanyak 1.121 proposal berhasil memperoleh pendanaan dari total 21.237 proposal yang diajukan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan Gisela dan tim dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan pelajar yang berpotensi memunculkan berbagai bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa. Oleh karena itu, penelitian ini meninjau fenomena tersebut melalui perspektif Social-Emotional Learning yang menekankan kemampuan individu dalam mengelola emosi, membangun empati, dan menjalin hubungan sosial yang positif.

Selain itu, penelitian ini juga mengintegrasikan nilai budaya Jawa Ajining Diri Gumantung Soko Lathi, yang mengajarkan bahwa harga diri seseorang tercermin melalui tutur katanya. Nilai tersebut dinilai relevan untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan komunikasi digital yang semakin pesat.

Rencananya, penelitian akan dilaksanakan pada Juli hingga September 2026 di sembilan SMP dan SMA di wilayah DIY yang menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesantunan berbahasa digital sekaligus menjadi bahan pengembangan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.