Dosen Ilmu Komunikasi UNY Presentasikan Kajian Posthumanisme pada Konferensi Internasional di Singapura

Yogyakarta, 5 Oktober 2026 - Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nuha Fidaraini, berpartisipasi sebagai presenter dalam Eleventh International Conference on Communication & Media Studies (ICCMS26). Konferensi ini diselenggarakan oleh Communication & Media Studies Research Network di Nanyang Technological University, Singapura, pada 1 sampai 2 Oktober 2026. Jaringan ini memandang media sebagai bentuk between-ness, yakni struktur yang memungkinkan manusia terhubung melampaui batas kedekatan ruang dan waktu. Kajiannya melintasi berbagai disiplin, mulai dari komunikasi, studi budaya, sosiologi, ilmu informasi, pendidikan, hingga seni dan desain, dengan tujuan memahami bagaimana perubahan bentuk media menata ulang pengetahuan, identitas, dan relasi kuasa.

Pada konferensi yang mengusung tema khusus "The Image as Advocate: Shaping Cultural Conversations" ini, Nuha Fidaraini mempresentasikan makalah berjudul "The Organ as a Speaking Subject: A Multimodal and Critical Posthumanist Analysis of Animasi Dolewak" pada subtema Media Cultures. Kajian tersebut membaca konten animasi vernakular Indonesia melalui pendekatan analisis multimodal dan posthumanisme kritis, dengan menempatkan organ tubuh sebagai subjek yang berbicara dalam budaya media digital. Perspektif ini relatif jarang disuarakan dari kawasan Asia Tenggara di forum internasional, sehingga presentasi tersebut turut membawa konteks budaya digital Indonesia ke dalam diskusi akademik global.

Presentasi tersebut memantik diskusi dengan peserta lain, di antaranya mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam edukasi animasi dan implikasinya terhadap cara subjek, tubuh, dan kreativitas dipahami. Diskusi juga menyentuh perdebatan teoretis dalam posthumanisme, terutama tentang bagaimana subjektivitas non-manusia dapat dibaca dalam konteks media dan budaya lokal.

Selama dua hari konferensi, peserta mengikuti sesi pleno bersama pembicara utama, presentasi paralel lintas tema, serta diskusi dengan peneliti dari berbagai negara. Forum ini memberi kesempatan untuk memperoleh masukan atas kerangka analisis yang digunakan sekaligus memperluas jejaring akademik di bidang kajian media dan komunikasi.

Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah terbukanya rencana kolaborasi dengan kolega yang ditemui selama konferensi, khususnya pada bidang pendidikan komunikasi. Kolaborasi tersebut direncanakan mencakup penjajakan riset bersama dan pertukaran gagasan terkait pengembangan pembelajaran komunikasi, sehingga hasil kegiatan ini tidak berhenti pada presentasi, tetapi berlanjut pada kerja akademik yang lebih luas.

Partisipasi ini diharapkan memperkuat internasionalisasi Departemen Ilmu Komunikasi UNY dan mendorong dosen lainnya untuk aktif terlibat dalam forum ilmiah global.