Dosen Ilmu Komunikasi UNY Bekali Orang Tua SMP Labschool UNY dengan Literasi Pengasuhan Digital

Yogyakarta, 2026 — Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Penguatan Peran Orang Tua dalam Dunia Digital. Program ini bertujuan memperkuat kemampuan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital secara aman, sehat, dan bertanggung jawab. Tim pengabdian UNY terdiri atas Dr. Dyna Herlina Suwarto, S.E., S.I.P., M.Sc.; Gilang Jiwana Adikara, S.I.Kom., M.A.; Novianto Yudha Laksana, S.Pd., M.Pd.; dan Akwan Kusala, S.I.Kom., M.A. Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) tahun 2026.

Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan anak terhadap gawai dan internet, yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko. Internet dapat menjadi sarana komunikasi, pendidikan, hiburan, dan pengembangan kreativitas. Namun, penggunaan yang tidak terarah juga dapat meningkatkan risiko kecanduan gawai, paparan hoaks dan konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), penipuan digital, serta ancaman terhadap privasi anak.

Dalam situasi tersebut, orang tua memiliki peran penting untuk membangun kebiasaan digital yang sehat di lingkungan keluarga. Keterampilan menggunakan perangkat digital saja tidak cukup. Orang tua juga perlu memahami cara mengatur akses, memilih konten sesuai usia, membangun komunikasi terbuka, dan merespons berbagai risiko yang dihadapi anak di ruang digital.

Menguatkan keterampilan pengasuhan digital

Pelaksanaan program dirancang melalui empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan mitra, lokakarya pembekalan teori, praktik dan pendampingan berkelanjutan, serta distribusi media edukasi. Pada tahap pembekalan, orang tua diperkenalkan pada konsep digital parenting literacy, termasuk pemahaman mengenai ancaman siber dan pengelolaan perangkat keras (hardware) serta perangkat lunak (software). Materi tersebut membantu orang tua memahami bahwa pendampingan anak di dunia digital membutuhkan kombinasi pengetahuan, keterampilan teknis, dan komunikasi yang efektif. Dari sisi teknis, orang tua didorong untuk mengenal fitur pengaturan perangkat, seperti parental control, pengaturan waktu penggunaan layar (screen time), serta pemilihan aplikasi dan konten yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pengaturan tersebut perlu disertai kesepakatan keluarga agar penggunaan gawai tidak semata-mata bergantung pada larangan atau pengawasan orang tua.

Dari sisi komunikasi, orang tua diajak membangun interaksi yang terbuka dengan anak. Anak perlu mendapatkan ruang untuk menceritakan pengalaman mereka di internet, termasuk ketika menemukan konten yang mengganggu, mengalami perundungan, atau menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman. Dengan demikian, pendampingan digital tidak hanya berorientasi pada pembatasan, tetapi juga pada pembentukan kemampuan anak untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Orang tua dan sekolah menjadi bagian dari ekosistem perlindungan anak

Orang tua dan guru  SMP Labschool UNY menyambut baik kegiatan ini karena menyadari peran penting mereka untuk mendampingi dan melindungi anak di era digital. Diskusi berlangsung interaktif, dengan keterlibatan peserta dalam membahas strategi pengawasan gawai, penentuan batas waktu penggunaan layar, dan pembentukan interaksi yang sehat di dunia maya. Materi program juga dinilai relevan dengan tantangan pengasuhan sehari-hari. Penguatan literasi digital diharapkan membantu orang tua meningkatkan kesiapan teknis dan psikologis untuk mendampingi anak-anak Generasi Z dan Generasi Alpha.

Program ini turut menekankan pentingnya keberlanjutan edukasi. Oleh karena itu, distribusi poster dan modul panduan disiapkan sebagai media edukasi yang dapat digunakan kembali oleh orang tua di rumah. Materi tersebut mencakup manfaat dan ancaman internet, risiko keamanan digital seperti peretasan (hacking), perundungan (bullying), pencurian atau penyalahgunaan identitas (impersonation), penyebaran informasi pribadi tanpa izin (doxing), dan penguntitan (stalking).

Panduan tersebut juga memperkenalkan tiga pendekatan dalam pengasuhan digital, yakni pengelolaan perangkat (hardware), pemanfaatan aplikasi dan fitur keamanan (software), serta pembentukan kebiasaan dan komunikasi dalam keluarga (brainware). Melalui pendekatan ini, orang tua diharapkan tidak hanya mampu mengawasi aktivitas digital anak, tetapi juga membangun hubungan yang memungkinkan anak belajar mengenali risiko, menjaga privasi, dan menggunakan teknologi secara bijak.

Mendorong budaya digital yang sehat di keluarga

Penguatan peran orang tua menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial perlu bekerja bersama agar edukasi digital tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berkembang menjadi praktik pengasuhan sehari-hari. Melalui program Penguatan Peran Orang Tua dalam Dunia Digital, UNY berupaya berkontribusi pada peningkatan literasi digital keluarga. Pendampingan yang tepat diharapkan membantu anak memperoleh manfaat teknologi untuk belajar, berkomunikasi, dan berkarya, sekaligus mengurangi risiko yang dapat muncul dari penggunaan internet.